Cari

Memuat...

Jumat, Juli 11, 2008

Promosi b2w


Dengan semangat ’45, hari Selasa 1 Juli 08 aku meluncur ke masjid Baiturrahman naik sepeda, sekitar pukul 08.45. I had a date with one best friend of mine, yang baru sekitar sebulan lalu balik dari Kansas University, to pursue her Master’s Degree dengan beasiswa dari Fulbright.
Karena sinar matahari cukup terik, aku memilih duduk di balik menara di sebelah Selatan. Sepeda kuparkir tidak jauh dari tempat aku duduk.
Setelah temanku datang, kita ngobrol sangat ‘heboh’. Maklum kurang lebih selama dua tahun kita tidak bertemu. Meskipun kita sometimes still kept in touch via YM maupun email tatkala dia berada di Kansas, bertemu dan ngobrol langsung tentu terasa lebih lively, ketimbang chatting via YM.
Dua jam berlalu. Kemudian dia mengajak kita pindah tempat ngobrol di sebuah rumah makan di Jalan Hayamwuruk. Pada waktu itulah aku ‘promosi’ bersepeda untuk pergi kemana-mana, meskipun aku tahu agak sulit baginya untuk bike to work berhubung dia tinggal di perumahan Bukit Kencana Jaya. Kamu tahu apa yang dia bilang mendengarku berpromosi bike to work?
“Waktu di Kansas, aku juga naik sepeda ke kampus maupun ke perpustakaan kok mbak.”
Weleh, kampanye ke orang yang salah dah. Hahahaha ... Dan seperti yang telah kuperkirakan sebelumnya, dia merasa ga mungkin bersepeda dari Bukit Kencana Jaya untuk ke kantornya yang terletak di Jalan Hayamwuruk, atau kadang-kadang harus ke Tembalang.
*****
Hari Jumat 4 Juli 08 kebetulan ‘soulmate’ ku yang sejak tahun 2006 pindah kerja di Universitas Brawijaya Malang pulang ke Semarang sehingga sobatku yang barusan pulang dari Kansas kuajak menyambanginya. Dan seperti cerita yang di atas, aku ke masjid Baiturrahman naik sepeda, aku pun naik sepeda ke rumah Juli – my soulmate when we were pursuing our studies at American Studies Graduate Program of UGM – di kawasan Citarum.
Semula obrolan kita bertiga lumayan mengasikkan, berkisar dari budaya membaca orang Indonesia yang masih rendah sehingga Eta harus berusaha keras untuk menaklukkan budaya membaca yang masih rendah ini agar tidak kalah dari teman-teman kuliahnya di Kansas University, teori Semiotika milik Umberto Eco yang bagi Juli dan aku sulit dipahami (tanpa teori apa pun, aku suka saja sih berusaha membaca signs, for example: when someone sends you private pictures of his, I “read” them as he offers himself to me, asik ... LOL.), perbandingan kuliah S2 di jurusan Sastra UNDIP (Eta), S2 di American Studies UGM (aku dan Juli), dan S2 di Kansas University (Eta), teori Judith Butler yang terkenal dengan bukunya “Gender Trouble”, spesifikasi para professor di Amerika (misal: Professor Hugh Egan, salah satu dosen tamu waktu aku kuliah di American Studies, memiliki spesifikasi di “American Romantic Era”, dosen-dosen Eta pun begitu, hanya mahir di “Victorian Era” saja, namun kedalaman pemahamannya tentang “Victorian Era” itu benar-benar meyakinkan), cara mengajar beberapa dosen di Unibraw, dll. Tatkala Juli’s baby terbangun mendengar suara tiga perempuan yang berkicau riuh rendah, akhirnya Juli pun tidak bisa mengikuti obrolanku dengan Eta karena dia disibukkan si baby.
Seperti keinginanku semula, aku pun tak lupa berpromosi bike to work.
“Eh Juli, aku naik sepeda loh!”
Ternyata, sekali lagi, aku berpromosi ke orang yang salah, karena ternyata Juli menjawab, “Loh mbak, aku juga naik sepeda loh di Malang!”
Kacian deh gue ... LOL. LOL.
Namun aku lumayan senang tatkala ternyata Juli terheran-heran melihat sepedaku. “Loh mbak, kamu naik sepeda tadi ke sini? Yah ... kan Pusponjolo sini jauh???”
“Bukannya tadi aku bilang aku ke sini naik sepeda?” tanyaku, geli.
“Kirain kamu cuma cerita ke kantor naik sepeda. Ga nyangka kalau sampai sini kamu pun naik sepeda.”
Well, not bad eh? My intention to surprise Juli worked a little. LOL.
PT56 20.54 060708

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar