Cari

Memuat...

Jumat, Juli 11, 2008

Bike to work, yuk?


Sebagai salah satu “resiko”, atau well ... “tanggung jawab” sebagai salah satu member komunitas pekerja bersepeda di Semarang (alias bike to work community), maka setelah libur kenaikan kelas, memasuki term 3 tahun 2008, aku mulai berusaha kontinyu bersepeda ke kantor. Kebetulan rumahku terletak tak jauh dari kantor. Maksimal aku butuh waktu 10 menit dari rumah ke kantor dengan kecepatan sedang, yang berarti aku ga perlu sampai bernafas terengah-engah sesampai kantor. Senin sampai Jumat aku bisa naik sepeda ke kantor; sedangkan hari Sabtu kupilih sebagai hari ‘libur’ bersepeda ke kantor karena aku harus mengajar di cabang Tembalang. (aku belum tergoda untuk berusaha menaklukkan Gombel dengan naik sepeda!)
Hari Rabu 2 Juli kemarin, untuk pertama kali aku ngikut komunitas b2w Semarang keliling kota untuk kampanye. Acara yang kita sebut “city night riding” (utowo ‘night city riding’ yo? Aku kudu takon Jack C. Richards be’e. LOL) diikuti oleh sekitar 12 orang. Rute yang kita pilih dari Bank Mandiri Syariah Jalan Pemuda (thanks to the new member of b2w Semarang yang bekerja di situ, yang barusan pindah dari Jakarta, sehingga Bank Mandiri Syariah Pemuda bisa dipakai untuk menjadi ‘meeting point’.) ke Tugumuda, belok kiri masuk Jalan Pandanaran; lurus sampai Simpang Lima, terus sampai perempatan Bangkong, belok kiri masuk Jalan Mataram; lurus sampai bundaran Bubakan, masuk ke kawasan kota lama, dan kita berhenti di halaman Gereja Blenduk. Nongkrong sambil bernarsis ria di depan kamera. (Do you know that salah satu dampak ‘negatif’ site sebangsa multiply.com adalah menjadi ajang kenarsisan orang-orang ‘biasa’ alias bukan selebriti? LOL.) Dari Gereja Blenduk, kita muter ke Jalan Merak, trus balik ke Jalan Jendral Suprapto, belok kanan menuju jembatan kali Berok, masuk Jalan Pemuda, dan kembali ke starting point di depan Bank Mandiri Syariah.
Di antara 12 orang yang ngikut, satu tinggal di kawasan Sendang Mulyo, satu di Tembalang, satu di Ngaliyan, (bayangin aja geografis tiga tempat itu, yang paling ‘mudah’ di Ngaliyan, meskipun tetap menanjak juga). Waktu pulang, aku bareng yang tinggal di Ngaliyan. Dia sempat bercerita berhubung kantornya lumayan dekat dari tempat tinggalnya – Krapyak – dia merasa perlu muter-muter dulu, agar hobby pit-pitannya tersalurkan, yakni muter ke Simpang Lima! G-U-B-R-A-K!!! LOL.
Alhasil hari Kamis 3 Juli seusai mengajar jam 7, sebelum pulang aku pun ‘ikut-ikutan’ muter-muter dulu; dari Jalan Pierre Tendean ke Tugumuda, belok Jalan Pandanaran, lurus ke Simpang Lima, belok ke Jalan Gajahmada, lurus sampai ke Jalan Pemuda, Tugumuda, Jalan Sugiyopranoto, setelah jembatan sungai Banjir Kanal, lurus ke daerah Pasar Karangyu, belok kiri di Jalan Puspowarno Raya, lurus sampai Gereja (mboh jenenge opo rak reti, lali, LOL) belok kiri masuk kawasan Pusponjolo.
Kesimpulan: ternyata benar apa yang dikatakan Triyono yang pertama kali “menemukanku” di multiply untuk ngikut komunitas b2w: pit-pitan dewekan ora enak!!! LOL.
*****
Hari Jumat 4 Juli. Kebetulan tatkala aku memberikan kesempatan kepada siswa-siswi kelas baru untuk bertanya, salah satu dari mereka bertanya, “How do you go to the office, Miss?”
Aha ... pucuk dicinta ulam tiba. Dengan senang hati aku menjawab, “I go to work by bicycle.”
Siswa itu semula mengangguk-angguk, mimik wajahnya terlihat biasa saja, juga siswa siswi yang lain. But, setelah ‘ngeh’ apa itu arti kata ‘bicycle’, (mungkin semula dia mengira aku menyebut kata ‘motorcycle’) anak itu mendongakkan wajah ke aku, terlihat heran, kemudian bertanya, “By bicycle Miss?” dengan nada tidak percaya.
I caught him!!!
So, dengan senang hati aku bercerita – alias berpromosi – tentang komunitas b2w yang memiliki ‘impian’ indah untuk berperan aktif dalam mengurangi polusi udara plus dampak buruk global warming. Seperti kata Firman, ketua organisasi b2w Semarang tatkala diwawancarai oleh TVKU, “Semula mungkin hanya bersepeda ke kantor, lama-lama mengapa tidak menggunakan sarana sepeda untuk pergi kemana-mana.” Seandainya lebih banyak lagi kita mampu menjaring pemerhati dan peserta komunitas b2w (dan menjadi pelaku aktif), rasanya bukan harapan yang muluk-muluk kalau kita ingin menjadikan impian kita menjadi nyata: mengubah langit di kota Semarang menjadi biru, tanpa asap knalpot yang berlebihan.
PT56 20.12 060708

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar