Cari

Memuat...

Sabtu, Oktober 27, 2007

Golek Mangan Susah ...

Rabu pagi 24 Oktober 2007 dalam perjalanan menuju Paradise Club fitness center, setelah mengantar Angie sekolah, aku menemukan “pemandangan” yang menarik, namun membuatku tersenyum getir. Tatkala melewati rel kereta api di Jalan Abimanyu Raya, aku melihat sebuah gerobak terseok ditarik oleh sebuah sepeda motor tua. Di belakang gerobak itu, tertulis “ GOLEK MANGAN SUSAH, MATI RAK WANI”.

Kupikir gerobak dengan kalimat yang cukup menyayat hati itu tentu akan menarik perhatian para pengunjung blogku. Itu sebabnya kemudian aku mengeluarkan hapeku, menunggu gerobak itu lewat lagi, dan menjepretnya.
Aku sempat mengikuti sampai gerobak itu berhenti di satu tempat, yang kutengarai merupakan pangkal para pemulung mengumpulkan barang-barang hasil memunguti barang-barang yang dibuang oleh orang lain namun bisa menjadi lembar-lembar rupiah bagi para pemulung. Dan pangkal para pemulung ini terletak di tengah-tengah perumahan Pondok Indraprasta yang biasanya dihuni oleh para kaum the haves.

“Di Indonesia sih sangat mudah untuk mendapatkan pemandangan ataupun kisah-kisah yang menyayat hati,” kata mbak Icha, tatkala dia berkunjung ke Semarang bulan Agustus lalu, dan kita berdua sedang menonton sebuah acara berita di televisi di kamarnya.
Yang menyedihkan adalah pemerintah nampak tidak terlalu peduli dengan keadaan rakyat yang berada di bawah garis kemiskinan. Sangat banyak di antara mereka yang hanya sibuk memikirkan apakah mereka akan dipakai lagi di masa pemerintahan yang akan datang. Kalau tidak, bagaimana cara untuk memupuk kekayaan mumpung masih di atas.
Seperti di Semarang dengan acara spektakulernya Semarang Pesona Asia yang kontroversinya tak kunjung selesai. Di surat kabar hari ini diberitakan bahwa rencana kunjungan anggota DPRD ke China telah disetujui oleh Mendagri, yang notabene mantan Gubernur Jawa Tengah, yang ikut sibuk dengan segala uba rampe penyelenggaraan SPA. Para anggota DPRD berkilah bahwa kunjungan ke China ini merupakan salah satu program untuk melanjutkan program SPA, namun tidak jelas untuk apa? Sedangkan pelaksanaan SPA bulan Agustus lalu masih menyisakan berjuta pertanyaan di benak masyarakat karena menghabiskan dana masyarakat bermiliar rupiah namun hasilnya tak bisa dilihat dalam bentuk apa. Pihak pemerintah kota sendiri mengklaim bahwa SPA sukses, tanpa ada penjelasan sukses yang seperti apa?
PT56 13.50 251007

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar