Cari

Memuat...

Rabu, Mei 22, 2013

Fun race field trip yang memang sangat fun


Setelah melalui proses planning dan replanning yang melelahkan, akhirnya field trip yang ditunggu-tunggu anak-anak pun terselenggara. Tanggal 16 Mei 2013 anak-anak kelas tujuh hingga kelas dua belas Permata Bangsa International School berkunjung ke TeMBI Rumah Budaya yang terletak di Jalan Parangtritis km 8,4 Timbulharjo Sewon Bantul.
 
our minisbus
di dalam bus sebelum berangkat
 Rombongan yang terdiri dari 20 anak didik – enam tidak ikut field trip dengan alasan yang variatif – didampingi oleh enam guru. Kita meninggalkan sekolah pukul 06.05, terlambat 5 menit dari rencana semula. (Anak-anak sangat excited sehingga sebagian besar datang sebelum jam 05.30!) Perjalanan cukup lancar sehingga kita sampai di TemBI pada jam yang kita harapkan, pukul 10.00. 
di pendopo, mendengarkan penjelasan
 Sesampai di TeMBI, anak-anak langsung berhamburan turun dari mini bus yang kita naiki, sementara aku menurunkan Snow White, my folding bike 20” yang kuajak serta. Lho Kok? Ya karena satu acara utama adalah bersepeda!

Masuk ke halaman TeMBI, kita langsung disambut oleh panitia setempat. Untuk briefing, kita dipersilakan duduk-duduk di pendopo, sambil mendengarkan petunjuk yang harus kita lakukan. Acara FUN RACE ini 

1.   meliputi bersepeda ke pasar Kepek yang merupakan pasar tradisional untuk berbelanja bumbu-bumbu yang dibutuhkan untuk memasak
2.   menangkap belut di persawahan dimana belut-belut memang telah sengaja dilepaskan di area tersebut
3.   memasak belut hasil tangkapan
 
kelompok 2 berdoa dulu sebelum berangkat
kelompok 4
Dalam melaksanakan FUN RACE ini anak-anak dibagi ke empat kelompok, masing-masing terdiri dari lima anak. Tugas pertama adalah belanja di pasar Kepek. Untuk sampai ke pasar yang bakal tutup pukul 12.00 ini, mereka mengikuti peta yang telah disediakan, dengan melewati dua pos dimana mereka harus mencari sebuah bendera yang tersembunyi letaknya dan menjawab beberapa pertanyaan.  Aku mengikuti kelompok dua yang terdiri dari Ellen, Vito, Zulfan, Benz dan Shem. FYI, Vito baru bisa naik sepeda beberapa hari sebelum berangkat field trip, maka tugasku adalah mengawal Vito agar persepedaannya aman terkendali.  Kita sempat tersesat gara-gara salah membaca peta, sehingga tidak belok di perempatan yang seharusnya kita belok. Aku sih tidak keberatan gowes jauh. LOL. Tapi kasihan anak-anak yang tidak terbiasa gowes. Bahkan Zulfan yang karena terlalu excited, di awal perjalanan dia ngebut, akhirnya dia malah hampir K.O: mendadak kepalanya berkunang-kunang dan perut mual. Setelah itu, ban belakang sepeda yang dia naiki bocor, sehingga terpaksa sepeda ditinggal; panitia yang mengawal yang mengurusnya. Walhasil, dia pun diboncengkan Shem.
 
trek awal berangkat
kok njempalik ya? :(
Oh ya, karena kerjasama dalam tim juga merupakan point penting, maka di tiga kelompok lain juga ada yang memboncengkan teman sekelompoknya gara-gara ada anak yang tidak bisa naik sepeda. Salut buat Vito yang terus semangat bersepeda meski dia beberapa kali hampir terperosok ke sawah. 
 
mau masuk pasar Kepek
kelompok 1 belanja
Di pos satu, kelompok dua diberi pertanyaan yang berhubungan dengan DIY; misal siapa nama gubernur DIY pada tahun 1982 dan siapa nama gubernur DIY sekarang. Benz yang bisa menjawab, “Sultan Hamengkubuwono IX.” J Di pos dua, pertanyaannya sedikit menjebak. “Jika butuh satu menit untuk merebus satu butir telur, butuh berapa menit kah untuk merebus sepuluh butir telur?” Untunglah Vito dengan jeli melihat jebakan itu.

Sesampai di pasar Kepek, terjadilah tawar menawar waktu belanja karena kelompok yang mendapatkan uang sisa paling banyak akan mendapatkan point yang tinggi. Oh ya, sebelum berangkat meninggalkan TeMBI, tiap kelompok telah diberi rincian bumbu yang harus dibeli dan uang Rp. 15.000,00. Tawar menawar di pasar ini anak-anak diharuskan menggunakan bahasa Jawa – meski ngoko diperbolehkan. None of my students can speak Krama Inggil. LOL.
 
mencari dan menangkap belut
Dari pasar Kepek, kita kembali ke arah semula. Namun sesampai di Jalan Parangtritis km 8, kita tidak langsung kembali ke TeMBI, namun kita ditunjukkan arah yang akan membawa kita ke areal persawahan. Perburuan belut tiba!

Kelompok dua sampai di lokasi paling terakhir karena kita sempat tersesat lumayan jauh. Usai menangkap belut, masing-masing kelompok dihitung berapa ekor belut yang berhasil mereka tangkap. Selesai menangkap belut, kita langsung masuk ke TeMBI – dari pintu belakang. 
 
Ivana membanting-banting belut untuk meyakinkan belut telah mati sebelum dibersihkan dan dimasak
perlengkapan masak yang disediakan
kelompok 3 smempersiapkan bahan-bahan untuk masak
Sesampai di pendopo, disana sudah tersedia empat kompor, masing-masing lengkap dengan wajan dan minyak goreng. Anak-anak bekerja saling bahu membahu. Sebagian membersihkan belut yang telah ditangkap, sebagian yang lain menyiapkan bumbu-bumbunya. Chef dari TeMBI menyarankan semua bumbu yang dibeli di pasar – mulai dari garam, bawang merah, bawang putih, kemiri, gula jawa – digunakan semaksimal mungkin. Namun anak-anak bebas berkreasi mau memasak apa. Kelompok satu memilih menggoreng belut hingga kering dan sambal dabu-dabu yang lezat. Kelompok dua memasak mie goreng dan belut gorengnya ditabur di dalamnya. Kelompok tiga memasak nasi goreng dengan campuran belut goreng. Kelompok empat memasak belut bumbu rujak. Dan, tidak kusangka-sangka, ternyata masakan anak-anak enak semua. :)
 
hasil masakan kelompok 1
nasi goreng belut, hasil masakan kelompok 3
belut bumbu rujak, hasil masakan kelompok 4
Acara terakhir yaitu makan siang. Kita dibawa ke restoran di dalam TeMBI. Masakan anak-anak disediakan di satu meja panjang untuk dicicipi juri. Namun tak satu pun anak-anak yang ‘berani’ mencoba masakannya sendiri. Mereka tidak pede rupanya. LOL. 
 
salah satu lorong di dalam kawasan TeMBI
keris, salah satu yang banyak dipamerkan di museum TeMBI
Usai makan, tibalah saat mengumumkan pemenang FUN RACE. Juara pertama jatuh pada kelompok 4; juara dua kelompok 2, juara tiga kelompok 3. Sedangkan kelompok 1 mendapatkan hadiah juara favorit. 

Sekitar pukul 15.00 kita meninggalkan TeMBI. Kita sempat mampir di sebuah tempat beli oleh-oleh di Magelang sekitar pukul 16.00. Kita sampai di sekolah pukul 20.00 karena macet di Ambarawa dan Bawen.

See ya next field trip guys!

PT56 19.26 220513
P.S.:

1. Photo credit to Elmy, one workmate of mine :)
2. Guess what? anak-anak sudah ingin field trip lagi, dengan acara yang sama: sepedaan di kawasan pedesaan!
:)

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar