Cari

Memuat...

Sabtu, Maret 08, 2014

CANDI NGEMPON: Candi para ‘empu’ dan PETIRTAAN DEREKAN

CANDI NGEMPON: Candi para ‘empu’ dan PETIRTAAN DEREKAN

Masih belum banyak diketahui orang bahwa di Karangjati kecamatan Bergas Kabupaten Semarang ada sebuah situs peninggalan zaman dulu yang berupa candi Hindu. Bentuknya mirip dengan candi-candi Hindu yang terletak di kawasan Gedong Songo – Bandungan, namun belum seterkenal candi Gedong Songo. J Candi Ngempon terletak di kelurahan Ngempon. Nama ‘Ngempon’ sendiri konon berasal dari fungsi area candi dahulu tempat untuk menggembleng para kasta Brahmana untuk dididik sebagai empu, baik di bidang kerohanian, kanuragan, maupun sastra dan budaya. Dari kata ‘empu’ lah kata Ngempon berasal. J

Tidak sulit untuk mencari lokasi Candi Ngempon. Dari arah Semarang maupun Salatiga/Ambarawa, berhentilah di depan pasar Karangjati. Di dekat Polsek Karangjati, yang terletak di sebelah pasar, belok ke arah Timur (ke arah Pringapus). Sekitar dua kilometer dari Polsek, ada pertigaan, belok ke kanan. Setelah melewati beberapa bangunan rumah dan pabrik, kita akan menemukan papan nama CANDI NGEMPON, beloklah ke kiri. Tak jauh dari situ kita akan menemukan gapura kecil. Ikuti jalan yang telah dicor setelah gapura. Jalan ini akan membawa kita ke lokasi candi. Parkirlah kendaraan di tempat parkir, dan kemudian berjalan kaki menuju candi.




Candi Ngempon ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang penduduk sekitar – bernama Kasri – di  tahun 1952. Saat ditemukan tentu batu-batu candi dalam keadaan bubrah, tak berbentuk. Oleh Dinas Purbakala, batu-batu tersebut disusun ulang dan menghasilkan empat candi. Lima titik pondasi lain lagi hingga sekarang masih belum bisa direkonstruksi.
Hingga sekarang candi Ngempon masih banyak dikunjungi para pemeluk agama Hindu untuk beribadah, terutama di hari-hari kebesaran Hindu, misal Galungan dan Nyepi.



Tak jauh dari lokasi candi, setelah menyeberang sebuah sungai – Kali Lo – yang airnya lumayan bening dan gemercik airnya menimbulkan kesan “kita berada di sebuah desa yang jauh dari hiruk pikuk kota”, ada sebuah sumber air panas. Sumber air panas ini diberi nama Petirtaan Derekan. Konon, Petirtaan Derekan ini juga dibangun di waktu yang sama saat Candi Ngempon dibangun. Fungsi petirtaan (di zaman dulu) adalah untuk mensucikan mereka yang akan beribadah di Candi.




Lokasi candi dan petirtaan yang tepat di lembah Sungai Lo, di tengah persawahan hingga menawarkan pemandangan hehijauan yang meneduhkan mata. Jika anda belum punya agenda di libur akhir pekan ini, bagaimana jika anda berkunjung saja ke Candi Ngempon dan Petirtaan Derekan?


GG 15.25 09 Desember 2013 




Untuk tulisan kisah gowes ke Candi Ngempon, klik link ini. :)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar