Cari

Rabu, Mei 22, 2013

Fun race field trip yang memang sangat fun


Setelah melalui proses planning dan replanning yang melelahkan, akhirnya field trip yang ditunggu-tunggu anak-anak pun terselenggara. Tanggal 16 Mei 2013 anak-anak kelas tujuh hingga kelas dua belas Permata Bangsa International School berkunjung ke TeMBI Rumah Budaya yang terletak di Jalan Parangtritis km 8,4 Timbulharjo Sewon Bantul.
 
our minisbus
di dalam bus sebelum berangkat
 Rombongan yang terdiri dari 20 anak didik – enam tidak ikut field trip dengan alasan yang variatif – didampingi oleh enam guru. Kita meninggalkan sekolah pukul 06.05, terlambat 5 menit dari rencana semula. (Anak-anak sangat excited sehingga sebagian besar datang sebelum jam 05.30!) Perjalanan cukup lancar sehingga kita sampai di TemBI pada jam yang kita harapkan, pukul 10.00. 
di pendopo, mendengarkan penjelasan
 Sesampai di TeMBI, anak-anak langsung berhamburan turun dari mini bus yang kita naiki, sementara aku menurunkan Snow White, my folding bike 20” yang kuajak serta. Lho Kok? Ya karena satu acara utama adalah bersepeda!

Masuk ke halaman TeMBI, kita langsung disambut oleh panitia setempat. Untuk briefing, kita dipersilakan duduk-duduk di pendopo, sambil mendengarkan petunjuk yang harus kita lakukan. Acara FUN RACE ini 

1.   meliputi bersepeda ke pasar Kepek yang merupakan pasar tradisional untuk berbelanja bumbu-bumbu yang dibutuhkan untuk memasak
2.   menangkap belut di persawahan dimana belut-belut memang telah sengaja dilepaskan di area tersebut
3.   memasak belut hasil tangkapan
 
kelompok 2 berdoa dulu sebelum berangkat
kelompok 4
Dalam melaksanakan FUN RACE ini anak-anak dibagi ke empat kelompok, masing-masing terdiri dari lima anak. Tugas pertama adalah belanja di pasar Kepek. Untuk sampai ke pasar yang bakal tutup pukul 12.00 ini, mereka mengikuti peta yang telah disediakan, dengan melewati dua pos dimana mereka harus mencari sebuah bendera yang tersembunyi letaknya dan menjawab beberapa pertanyaan.  Aku mengikuti kelompok dua yang terdiri dari Ellen, Vito, Zulfan, Benz dan Shem. FYI, Vito baru bisa naik sepeda beberapa hari sebelum berangkat field trip, maka tugasku adalah mengawal Vito agar persepedaannya aman terkendali.  Kita sempat tersesat gara-gara salah membaca peta, sehingga tidak belok di perempatan yang seharusnya kita belok. Aku sih tidak keberatan gowes jauh. LOL. Tapi kasihan anak-anak yang tidak terbiasa gowes. Bahkan Zulfan yang karena terlalu excited, di awal perjalanan dia ngebut, akhirnya dia malah hampir K.O: mendadak kepalanya berkunang-kunang dan perut mual. Setelah itu, ban belakang sepeda yang dia naiki bocor, sehingga terpaksa sepeda ditinggal; panitia yang mengawal yang mengurusnya. Walhasil, dia pun diboncengkan Shem.
 
trek awal berangkat
kok njempalik ya? :(
Oh ya, karena kerjasama dalam tim juga merupakan point penting, maka di tiga kelompok lain juga ada yang memboncengkan teman sekelompoknya gara-gara ada anak yang tidak bisa naik sepeda. Salut buat Vito yang terus semangat bersepeda meski dia beberapa kali hampir terperosok ke sawah. 
 
mau masuk pasar Kepek
kelompok 1 belanja
Di pos satu, kelompok dua diberi pertanyaan yang berhubungan dengan DIY; misal siapa nama gubernur DIY pada tahun 1982 dan siapa nama gubernur DIY sekarang. Benz yang bisa menjawab, “Sultan Hamengkubuwono IX.” J Di pos dua, pertanyaannya sedikit menjebak. “Jika butuh satu menit untuk merebus satu butir telur, butuh berapa menit kah untuk merebus sepuluh butir telur?” Untunglah Vito dengan jeli melihat jebakan itu.

Sesampai di pasar Kepek, terjadilah tawar menawar waktu belanja karena kelompok yang mendapatkan uang sisa paling banyak akan mendapatkan point yang tinggi. Oh ya, sebelum berangkat meninggalkan TeMBI, tiap kelompok telah diberi rincian bumbu yang harus dibeli dan uang Rp. 15.000,00. Tawar menawar di pasar ini anak-anak diharuskan menggunakan bahasa Jawa – meski ngoko diperbolehkan. None of my students can speak Krama Inggil. LOL.
 
mencari dan menangkap belut
Dari pasar Kepek, kita kembali ke arah semula. Namun sesampai di Jalan Parangtritis km 8, kita tidak langsung kembali ke TeMBI, namun kita ditunjukkan arah yang akan membawa kita ke areal persawahan. Perburuan belut tiba!

Kelompok dua sampai di lokasi paling terakhir karena kita sempat tersesat lumayan jauh. Usai menangkap belut, masing-masing kelompok dihitung berapa ekor belut yang berhasil mereka tangkap. Selesai menangkap belut, kita langsung masuk ke TeMBI – dari pintu belakang. 
 
Ivana membanting-banting belut untuk meyakinkan belut telah mati sebelum dibersihkan dan dimasak
perlengkapan masak yang disediakan
kelompok 3 smempersiapkan bahan-bahan untuk masak
Sesampai di pendopo, disana sudah tersedia empat kompor, masing-masing lengkap dengan wajan dan minyak goreng. Anak-anak bekerja saling bahu membahu. Sebagian membersihkan belut yang telah ditangkap, sebagian yang lain menyiapkan bumbu-bumbunya. Chef dari TeMBI menyarankan semua bumbu yang dibeli di pasar – mulai dari garam, bawang merah, bawang putih, kemiri, gula jawa – digunakan semaksimal mungkin. Namun anak-anak bebas berkreasi mau memasak apa. Kelompok satu memilih menggoreng belut hingga kering dan sambal dabu-dabu yang lezat. Kelompok dua memasak mie goreng dan belut gorengnya ditabur di dalamnya. Kelompok tiga memasak nasi goreng dengan campuran belut goreng. Kelompok empat memasak belut bumbu rujak. Dan, tidak kusangka-sangka, ternyata masakan anak-anak enak semua. :)
 
hasil masakan kelompok 1
nasi goreng belut, hasil masakan kelompok 3
belut bumbu rujak, hasil masakan kelompok 4
Acara terakhir yaitu makan siang. Kita dibawa ke restoran di dalam TeMBI. Masakan anak-anak disediakan di satu meja panjang untuk dicicipi juri. Namun tak satu pun anak-anak yang ‘berani’ mencoba masakannya sendiri. Mereka tidak pede rupanya. LOL. 
 
salah satu lorong di dalam kawasan TeMBI
keris, salah satu yang banyak dipamerkan di museum TeMBI
Usai makan, tibalah saat mengumumkan pemenang FUN RACE. Juara pertama jatuh pada kelompok 4; juara dua kelompok 2, juara tiga kelompok 3. Sedangkan kelompok 1 mendapatkan hadiah juara favorit. 

Sekitar pukul 15.00 kita meninggalkan TeMBI. Kita sempat mampir di sebuah tempat beli oleh-oleh di Magelang sekitar pukul 16.00. Kita sampai di sekolah pukul 20.00 karena macet di Ambarawa dan Bawen.

See ya next field trip guys!

PT56 19.26 220513
P.S.:

1. Photo credit to Elmy, one workmate of mine :)
2. Guess what? anak-anak sudah ingin field trip lagi, dengan acara yang sama: sepedaan di kawasan pedesaan!
:)

 

Kamis, Mei 02, 2013

Komunitas B2W Semarang di Semarang Bike Expo


Pucuk dicinta ulam tiba. Menurutku pepatah ini cukup menggambarkan posisi Komunitas B2W Semarang ketika ditawari oleh panitia SEMARANG BIKE EXPO yang diselenggarakan di Rimba Graha Jalan Pahlawan pada tanggal 27 - 28 April 2013. Semenjak melakukan pemilihan ketua yang baru (bisa dibaca disini) kita mencoba melakukan berbagai kegiatan agar nama komunitas kembali bergaung di masyarakat, minimal kota Semarang. Kegiatan pertama yang kita lakukan adalah Nite Ride di Earth Hour. Sungguh di luar dugaan jika peserta gowes malam hari itu mencapai ratusan orang.

Wawan dan aku di booth B2W Semarang
X banner baru gress disain Riu
Riu mencoba sepeda low rider :)

Kegiatan kedua adalah dengan mengikuti Bike Expo. Dengan tujuan agar Semarang pun memiliki event pameran sepeda, agar para pecinta sepeda tak perlu harus keluar kota jika ingin melihat-lihat atau mencari sepeda maupun spareparts-nya, para panitia -- beberapa adalah anggota klub PANGMA alias Simpang Lima -- dengan semangat tinggi mengadakan Bike Expo ini. Om Leo Tatang Twins yang menghubungi B2W Semarang untuk ikut serta. Khusus untuk komunitas / klub sepeda, panitia menyediakan lapak gratis, sedangkan untuk toko sepeda maupun bengkel sepeda tentu mereka ditarik bayaran untuk ikut bike expo ini. Selain B2W Semarang, waktu diundang rapat oleh panitia beberapa minggu sebelum hari H, hadir juga perwakilan dari Komselis (Komunitas sepeda lipat Semarang yang kelahirannya dibidani oleh beberapa personil B2W Semarang), Slowly (Sepeda low rider Semarang), BMX dan Trial, dan Gagak Rimang (Komunitas sepeda Onthel Semarang).. Di hari H, aku melihat kehadiran komunitas 'Kewer-Kewer', dan Federal Semarang.

lovely mug :)
bike tag pertama buatan Komunitas B2W Semarang

Meski tanpa persiapan yang matang (kita tak punya cukup banyak merchandise yang bisa dipajang di booth untuk dijual), para pengurus tetap dengan semangat berusaha untuk melakukan ini itu. Dengan suntikan dana (yang berupa utang lunak) dari Rosatan (Rombongan Semarang Selatan), kita membuat sticker untuk dibagikan kepada para pengunjung yang bersedia mengisi kuesioner (ide Om AB sebagai ketua untuk mencari tahu untuk apa sih orang Semarang memiliki sepeda, dll), sticker yang memang diniatkan untuk dijual, juga mug. Untuk membuat jersey maupun kaos, kita tidak memiliki waktu yang cukup, sehingga untuk sekedar pajangan pada hari H, beberapa pengurus memajang jersey maupun kaos milik pribadi. Untunglah pada hari pertama expo, Om Boil datang dan menitipkan beberapa jersey (yang masih baru gress, sehingga jika ada yang tertarik bisa membelinya) milik pribadinya untuk dipamerkan.

venue khusus komunitas sepeda
ki-ka: Ari Bjo (ketua B2W), Riu, Uncle Duck, Om Topo, aku, Eko (di belakang), Ranz, Dian, Holic (di belakang), Tedjohn, Debby, Dhany
mengisi kuesioner

Teman-teman mulai menata booth pada hari Jumat malam 26 April dimana karena satu dan lain hal aku tidak bisa ikut datang. Expo dibuka oleh wakil Walikota Semarang pada hari Sabtu pagi 27 April 20013 dengan cara bersepeda bersama dari Rimba Graha, memutar di kawasan Simpang Lima dan kembali ke tempat semula. Pelaksanaan pameran hari pertama ini dibuka untuk umum sejak jam 7 pagi hingga jam 9 malam. Sedangkan pada hari kedua, 28 April, pameran dibuka untuk umum sejak jam 7 pagi hingga jam 2 siang. Di lapak yang disediakan, B2W diapit oleh Komselis dan Slowly. Lapak Federal Semarang berada di seberang Slowly. Khusus untuk Federal Semarang ini, mereka kedatangan tamu dari komunitas Federal Jogja 10 orang yang hadir dengan bersepeda dari Jogja. Mereka datang hari Jumat malam, dan kembali ke Jogja hari Minggu sekitar pukul 10.00.

sepeda statis, salah satu penarik utama orang berkunjung ke booth B2W Semarang
sebelah kiri, yang mengenakan jilbab, mengaku sebagai satu penggemar :D (awww)

Secara keseluruhan, menurut pandanganku pribadi yang didukung oleh Om AB, pameran berjalan sesuai yang kita harapkan. Minimal kita 'mengumumkan' pada masyarakat Semarang bahwa Komunitas B2W Semarang ada dan tetap eksis. Dari beberapa merchandise yang kita pajang, kita tahu yang paling dicari masyarakat adalah bike tag reflektif agar bisa bersinar ketika ditimpa lampu di malam hari, mug lumayan laku dan jersey terjual satu biji. :)

Pada kesempatan yang sama, kita diwawancarai oleh wartawan dari Koran Sindo, yang mewawancarai Om AB dan aku tentang keeksisan komunitas B2W Semarang (bukan bike expo itu sendiri). Selain itu, di luar dugaan aku bertemu dengan dua orang yang mengaku sebagai penggemarku (Gubraxxxx!!!) setelah mereka membaca blogku di Biking Journey . Postinganku tentang gowes ke Pantai Cahaya bahkan menginspirasi mereka untuk mengadakan event gowes ke lokasi yang sama untuk anggota komunitas mereka (Specialized). Bedanya, pada waktu aku dkk gowes kesana hanya ada 8 pesepeda, sedangkan event mereka diikuti oleh sekitar 150 orang! WOWWWW!!!

Semoga kesempatan serupa akan segera datang lagi. :)

GL7 11.59 020513

Selasa, Maret 26, 2013

Nite Ride @Earth Hour di Semarang

Seperti biasa, setiap tahun, pada tanggal 23 Maret kita 'merayakan' hari bumi yang istilah kerennya EARTH HOUR. Bagaimana cara kita -- yang peduli pada lingkungan -- merayakan hari bumi ini? Sangat simpel: matikan lampu secara serentak selama satu jam, mulai pukul 20.30 - 21.30. Harus diakui banyak orang yang tidak peduli memang, dengan alasan yang -- meski ada benarnya -- namun bagiku pribadi sangatlah mengesalkan: "TOH PLN SUDAH BERULANG KALI MATIIN LISTRIK. LALU NGAPAIN KITA REPOT-REPOT MATIIN LISTRIK SEGALA?" (Check postinganku disini tentang protesku :) )


Om AB sedang diwawancarai

Tahun ini, untuk ikut manghayubagyo perayaan Earth Hour, Komunitas B2W Semarang -- yang digawangi oleh ketua baru (yang belum dilantik, :-D ) Om Ari Bjo -- ikut serta dengan cara bersepeda malam-malam keliling kota, alias City Nite Ride. Dengan didukung bantuan berupa snack 600 bungkus dari PemKot pada hari H, para pangurus B2W Semarang bersibuk-sibuk ria woro-woro di segala linimasa yang bisa dijangkau sejak minimal dua minggu sebelumnya.

menunggu peserta lain
jelang meninggalkan Balaikota, mulai NR

Hari Sabtu 23 Maret 2013 Semarang diguyur hujan lebat, di seluruh kawasannya, Semarang Timur, Barat, Tengah, Utara, hingga kawasan Semarang atas sejak siang hari. Tidak tanggung-tanggung, hujan lebat ini disertai angin kencang. Bisa dipahami jika kita sempat ketar-ketir bagaimana nanti pelaksanaannya. Alhamdulillah, jelang pukul 5 sore, di kawasan Jalan Pemuda -- dimana Balaikota berada, titik kumpul para pesepeda untuk bersama melakukan gowes bareng -- hujan sudah reda, meski di kawasan lain masih diguyur hujan. Usai maghrib (baca --> setelah jam 6 sore) hujan reda, tinggal titik-titik halus, dan tentu saja genangan air di jalan-jalan. Namun tentu hal ini tidak menyurutkan semangat para pemerhati.


Dany Saputra menjelaskan rute NR

Sangat menggembirakan ketika melihat di halaman Balaikota -- jelang pukul 7 malam -- telah berkumpul ratusan pesepeda dari segala penjuru Semarang! Mereka siap ikut meramaikan nite ride untuk mengkampanyekan gaya hidup sehat: bersepeda! Dipimpin oleh Om Dany Saputra, pesepeda mengayuh pedal sepeda masing-masing melewati rute : Tugumuda, Pandanaran, Thamrin, Kampungkali, Mataram, kawasan Kota Lama, Pemuda, kembali ke Tugumuda untuk bergabung bersama anggota komunitas Earth Hour yang sedang mengadakan acara. Mereka juga didampingi para marshall yang dikomandani oleh Yasto dari B2C Semarang.


di Gereja Blenduk, kawasan Kota Lama

Beberapa menit sebelum pukul 20.30 rombongan pesepeda telah sampai di kawasan Tugumuda. Teman-teman yang kebagian peran sebagai seksi konsumsi -- termasuk yang membawakan ratusan dus snack -- mulai membagikan konsumsi kepada para peserta nite ride. Setelah berbaris rapi untuk foto-foto (:-D ) listrik mulai dipadamkan, termasuk traffic light yang ada di sekitar Tugumuda. Meski listrik mati, lalu lintas tetap berjalan dengan lancar dan rapi. Sekitar pukul 21.15 listrik kembali dinyalakan. Meski listrik mati kurang dari satu jam -- mungkin 'hanya 'demi menggugurkan kewajiban -- it is better than nothing lah. :)




dengan latar belakang Lawangsewu, salah satu landmark kota Semarang

Tak lama kemudian para pesepeda undur diri untuk kembali ke rumah masing-masing. Sementara itu, Andra yang diberi tugas sebagai seksi konsumsi melaporkan jumlah dus snack yang tersedia masih sangat banyak. Kita berinisiatif untuk membagikannya pada peserta dari komunitas Earth Hour yang ternyata tidak mendapatkan sponsor untuk konsumsi. :)

Sampai jumpa di acara berikutnya! Salam gowes.

Nana Podungge
B2W Semarang

C-net 16.46 260313

Senin, Maret 11, 2013

PEMILIHAN KETUA KOMUNITAS B2W SEMARANG



kelima calon ketua, ki-ka: Anton, Wawan, Nana, Tami, Ari Bjo


PEMILIHAN KETUA KOMUNITAS B2W SEMARANG

Setelah terbentuk secara resmi pada tanggal 26 Juni 2008 di rumah Om Budianto alias Budenk, akhirnya Komunitas B2W Semarang mengalami pemilihan ketua secara voting! Yay. LOL. 

(Ini laporan pemilihan ketua sekaligus curhat sang ‘mantan’ Sekretaris periode 2008 – 2013.)

Pada tanggal 26 Juni 2008, rapat perdana secara resmi (yang aku hadiri), ada 11 simpatisan yang datang. Seingatku adalah Om Budianto, selaku tuan rumah, Om Triyono (yang ‘menemukan’ku di lapak multiply), Om Firman, Om Darmawan alias Boil Lebon, Om Nasir, duo Podungge girls (aku dan Lila yang kebetulan sedang libur akhir term dari tempat kita bekerja sehingga bisa menghadiri rapat), dan empat lain lagi yang (mohon maaf sebesar-besarnya) aku lupa siapa saja. Kompi tempatku menulis semua hasil rapat Komunitas B2W Semarang selama ini rusak di pertengahan tahun 2010; semua file pun lenyap. Mungkin masih bisa ditelusuri di blog b2wsemarang.multiply.com

Dari kesebelas orang yang hadir pada waktu itu, kita berkeputusan untuk memilih Om Firman sebagai ketua, karena setahuku dia lah orang pertama yang memiliki contact langsung dengan B2W Pusat. Om Triyono yang waktu itu rajin ‘kelayapan’ di internet untuk menjaring anggota diberi tanggung jawab untuk menjadi wakil ketua. Om Budianto sebagai bendahara, Om Nasir divisi merchandise, Om Boil Humas, sedangkan aku Sekretaris 1, Lila Sekretaris 2. (Perempuan selalu dihubungkan dengan posisi sekretaris yak?) Anyway, karena aku sendiri hobi menulis maka aku tidak keberatan. Waktu nulis laporan rapat, biasanya aku sekalian nulis curhat. LOL. (Tulisan ini juga laporan + curhat. LOL.)

Sayang, setelah berhasil menyelenggarakan event pertama BIKE-TO-WORK-DAY pada bulan Agustus 2008, Om Firman menghilang tak tentu rimbanya. (Zaman itu belum musim facebook di antara kita para anggota komunitas. Kita masih saling terhubung lewat www.multiply.com ) Sekitar bulan Maret 2009, ketika kita ikut acara kumpul komunitas member multiply.com, pun Om Firman hadir sebagai ‘tamu’ bukan sebagai ketua komunitas. Untunglah waktu itu, meski tanpa ketua, para anggota yang ada masih cukup solid untuk bekerja sama sehingga bisa ikut acara kumpul komunitas itu. 

para partisipan pemilihan ketua

Sayang (lagi), aku lupa tepatnya kapan ketika kita akhirnya ‘patah hati’ karena Om Firman tak juga mau ‘kembali’ berkiprah di komunitas B2W Semarang, hingga kita pun ‘memaksa’ Om Triyono – yang pada waktu itu menjabat posisi wakil ketua – untuk menjadi ketua. Sedangkan untuk jabatan wakil ketua, kita berhasil ‘memaksa’ Om Nasir untuk ‘menduduki’nya. J (Indeed, pemaksaan itu sangat amat tidak bagus.) :)

Aku lupa kapan tepatnya divisi B2S (bike to school) dan B2C (bike to campus) yang merupakan ‘anak’ B2W dibentuk di Semarang. ‘Fungsi’nya adalah untuk menjaring para pesepeda ke sekolah maupun ke kampus untuk gabung ke dalam komunitas. Selain itu, dengan semakin banyaknya pemerhati alias simpatisan komunitas B2W, kita pun mulai membentuk ‘wakil’ di beberapa daerah yang berbeda, dengan tujuan yang sama: menjaring lebih banyak orang untuk bergabung dengan komunitas. Wakil ini adalah Rosatan (rombongan Semarang Selatan), yang kebetulan sampai sekarang yang paling eksis dibanding wakil di daerah lain, seperti Rosbar (rombongan Semarang Barat), Rosemut (rombongan Semarang Utara), Rosateng (rombongan Semarang Tengah), dan Rosatim (rombongan Semarang Timur). 

Keberadaan B2S dan B2C – plus perwakilan di lima daerah Semarang – disusul dengan pembentukan Komunitas Sepeda Lipat Semarang (Komselis) di bulan Oktober 2009. Jika di kota-kota lain komunitas sepeda lipat mereka merupakan komunitas yang terpisah dari komunitas B2W, hasil rapat yang cukup ‘alot’ pada waktu itu menghasilkan keputusan bahwa Komselis merupakan bagian dari Komunitas B2W Semarang. 

Tahun 2010 merupakan tahun ‘keemasan’ B2W dengan keberhasilannya mengadakan TALK SHOW PENGADAAN JALUR SEPEDA (talk show 1 dan talk show 2). Kita bangga ketika salah satu calon walikota yang sedang kampanye waktu itu datang dan berjanji akan segera menyediakan jalur sepeda di beberapa ruas jalan protokol di Semarang. Wakil dari Dephubkominfo juga mengatakan bahwa jalur sepeda akan segera disediakan, paling lambat akhir tahun 2011. Barangkali ‘keberhasilan’ ini merupakan salah satu titik mundur komunitas. Setelah itu praktis kita tak lagi mengadakan acara-acara fenomenal serupa ini. (Karena merasa berhasil mampu menghadirkan jalur sepeda di kota Semarang?)

disponsori oleh bukalapak.com sebagai penyedia snack

Tahun 2011 kita mengadakan gowes bareng yang merupakan kunjungan resmi ke komunitas B2W Kudus pada tanggal 15 April, dan kunjungan ke komunitas B2W Jepara pada tanggal 29 Mei 2011. Namun tidak ada event yang sifatnya untuk masyarakat banyak, misal sejenis talk show. Kita juga sudah berhenti mengisi acara radio Sonora yang sebelumnya kita secara reguler siaran sebulan sekali untuk mensyi’arkan healthy lifestyle, bike to work, atau bike to campus, atau pun bike to school.
Tahun 2012 kita tidak mengadakan event apa pun, kecuali event gowes ‘kecil-kecil’: gowes ke Pantai Cahaya Weleri; diikuti oleh hanya 8 orang, (aku, Ranz, Luna, Da, Tami, Bije, Dwi Agung, Wawan); dan gowes nanjak Nglimut yang diikuti ‘hanya’ aku, Om Nasir, Ranz (penduduk Semarang pada weekend LOL), dan Tami, si mungil yang dengkulnya ajaib. 

Ketika Pusat menawari Semarang untuk menjadi tuan rumah rapat koordinator wilayah Jateng DIY tahun 2012 kemarin, kita dengan terpaksa menolak karena merasa kurang mampu untuk menyelenggarakannya. Maka kesempatan ini pun diberikan kepada komunitas B2W Jepara yang telah berhasil menjadi tuan rumah gowes Srikandi #2. Acara diselenggarakan pada pertengahan bulan Juni 2012. 

Dikarenakan kevakuman inilah maka B2W Pusat meminta Semarang untuk segera melakukan regenerasi pengurus. Sebenarnya aku dan Om Boil sudah sempat membahas hal ini sepulang dari rapat korwil Jateng – DIY, namun kita belum ‘nemu’ orang yang tepat untuk dijadikan ketua sebagai ganti Om Tri, yang mungkin semakin sibuk mengurus keluarga, dengan hadirnya anggota keluarga yang baru. Om Nasir pun sama. Mereka berdua kebetulan dikaruniai anak di tahun 2012 lalu.

Waktu Om Poetoet datang 9 Desember 2012 lalu, beliau meminta Pak Budcam segera menunjuk seseorang untuk dijadikan ketua. Pilihannya waktu itu jatuh kepadaku, mungkin karena di antara anggota komunitas B2W Semarang, aku yang paling rajin nyambangin web b2windonesia.co.or.id. Hihihihi ... Mungkin juga karena aku praktisi bike-to-work yang ‘terlihat’. (Frankly, ketika memajang foto sepeda ketika b2w, aku setengah narsis, LOL, setengahnya lagi mencoba tetap bersemangat menularkan virus berb2w lewat media fb.) Entahlah. Mendengarnya aku pun langsung grogi berat. LOL. Untuk mengatasi grogi dan kekhawatiran aku bakal dijadikan ketua B2W Semarang, aku langsung nyebut nama Dany Saputra yang sempat kubahas sebagai salah satu kandidat calon ketua dengan Om Boil waktu kita ngadaian gowes ‘reuni’ di awal bulan Juli 2012. Sementara waktu itu Pak Budcam pun nyebut nama Riu, sebagai calon ketua, yang kebetulan juga ada  di rapat yang hanya dihadiri oleh 6 orang (Om Poetoet, Pak Budcam, Riu, aku, Ranz dan Om Boil). 
sebagian sepeda

Mendengar ada nama-nama lain yang disebut untuk dijadikan kandidat ketua, Om Poetoet dengan bijak menyerahkan hal ini kepada B2W Semarang sendiri. Yang penting memang B2W Semarang segera bangkit dari kevakuman, untuk menjadi kelanjutan ‘tangan’ B2W Pusat yang memiliki segudang pe-er demi mengurangi polusi udara dan menghijaukan lingkungan.
Sampai awal Januari 2013 kutunggu lampu hijau dari Om Boil untuk mengadakan rapat di rumahnya, sekaligus pernyataannya bahwa dia telah ‘meminang’ Dany kepada Om Tunggal sebagai ketua Komselis, karena seperti yang kita tahu bahwa Dany sangat aktif di Komselis. Namun mungkin karena kesibukan yang bersangkutan sehingga lupa, lampu hijau tak kunjung datang. Sementara Om Poetoet sudah mengejar-ngejar(ku), kapan B2W segera memiliki ketua dan jajaran pengurus baru.

Karena aku enggan menjadi ketua, namun merasa tidak etis untuk begitu saja menolak ‘mandat’ Om Poetoet, aku berpikir mengapa tidak mengadakan voting saja? Dengan tiga calon ketua: aku, Dany, dan Riu. (Meski di awal, aku sempat tidak ingin memasukkan namaku dalam bursa calon ketua.) Namun kemudian terjadi ‘perkembangan’ yang tak terduga. ‘Hasil’ diskusi yang cukup alot di inbox fb dengan beberapa orang, juga di grup B2W Semarang whatssapp, memunculkan nama Om Ari Bjo yang memang selama ini berhasil ‘menghidupkan’ Rosatan. (Nama Om Ari Bjo tidak muncul karena waktu rapat dengan Om Poetoet, yang bersangkutan tidak hadir, meski diundang oleh Pak Budcam). Maka, demi mengakomodasi keinginan dari beberapa pihak, diadakanlah rapat pemilihan CALON ketua pada tanggal 24 Februari lalu. Om Ari yang ternyata bersedia dijadikan calon ketua, sangatlah menggembirakan (bagiku pribadi). Nama Dany Saputra ditarik mundur oleh pihak Komselis, Riu sendiri mengundurkan diri di grup WA. Untuk mengurangi ‘ketidaknyamanan’ beberapa pihak yang mungkin merasa diabaikan (misal: dalam grup WA sempat muncul protes, “Ketiga nama (Nana, Riu, Dany) itu muncul dari mana?”, padahal sudah kujelaskan di inbox yang memang terbatas untuk beberapa orang saja, (pihak yang protes tersebut termasuk salah satu yang terlibat di diskusi tertutup lewat inbox fb) maka rapat tanggal 24 Februari lalu itu kita meminta para simpatisan yang datang untuk menyebut nama, untuk mewakili divisi mana, untuk ‘menemani’ calon tunggal yang telah menyatakan kesediaannya, yakni Om Ari.

Honestly, aku sempat was-was juga ketika banyak simpatisan B2W Semarang yang menulis ‘vote Miss Nanna Lee” baik di grup B2W Semarang maupun di status (berupa undangan pemilihan ketua) yang kutulis. Jika aku boleh menyitir pernyataan Dany, “Aku ga mau jadi kepala, maunya jadi jantung komunitas”, aku setuju juga dengan ide itu. J aku mau (tetap) jadi sekretaris komunitas deh, atau apa lah, yang penting bukan ketua. Bahkan hanya jadi anggota biasa saja juga it is very okay for me. Aku akan tetap menjadi Nana si ‘lady bike-to-worker’ gelar yang diberikan oleh Om Adun beberapa tahun lalu. Untunglah, di saat-saat ‘kritis’ itu pihak Komselis dengan gencar mengkampanyekan untuk memilih Om Ari Bjo sebagai ketua. YIPPEEEEE.
Dan seperti yang sudah kutulis secara singkat hari Minggu 3 Maret lalu, pemilihan ketua telah diselenggarakan dengan sukses. Om Ari Bjo mendapatkan 31 suara, aku 11, sedangkan Wawan 1 suara. Praktis, Om Ari Bjo pun didaulat menjadi ketua B2W Semarang. Sang ketua terpilih pun berhak memilih siapa-siapa saja yang akan duduk di jajaran pengurus.

sang ketua terpilih, sedang menyampaikan visi dan misinya untuk kemajuan B2W Semarang

Melalui tulisan laporan – yang dibumbui curhat (LOL) – ini aku mengucapkan terima kasih pada mereka yang telah memercayakan suaranya untukku. Aku akan tetap berbike-to-work, akan tetap menulis untuk kegiatan B2W Semarang (jika sedang mood LOL) maupun kegiatan gowes yang kujalani sebagai salah satu bentuk kampanye (pribadi) untuk memilih healthy lifestyle. Akan tetap bersedia untuk terlibat dengan segala kegiatan yang diselenggarakan oleh B2W Semarang. Juga akan tetap berbikepacking dong, jika partner bikepacking-ku sudah sehat wal afiat. J Aku amat sangat berterima kasih pada pihak-pihak yang telah mengkampanyekan Om Ari Bjo sehingga posisi perolehan suaraku ada di bawah Om Ari. (Horreeeee ...) 

Mari kita dukung Om Ari Bjo menjalankan tugas-tugasnya sebagai ketua B2W Semarang terpilih. Mari kita terus lestarikan segala upaya yang menuju ke pengurangan polusi udara, dan peningkatan hehijauan di sekitar kita.

Salam gowes forever! 

Nana Podungge

N.B: Sejak berbike-to-work bulan Juli 2008, ternyata akhirnya aku pun memilih cinta keduaku (bersepeda) sebagai rutinitas yang tak bisa kuhindari, dan meninggalkan cinta pertama (berenang). Hiksss ...
PT56 21.40 040313